Friday, January 16, 2009

PHOTOGRAPHY

Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure)
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO

Foto Prewedding:
"Lihat dong album pernikahannya," begitu selalu ucapan yang kerap terdengar manakala pesta usai digelar. Kebiasaan memamerkan foto pernikahan seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan tidak sedikit pasangan yang sengaja meletakkan album foto atau memajang foto pernikahan dalam pigura berukuran besar di ruang tamu untuk dinikmati para kerabat yang ingin melihatnya.
Dulu, para pengantin baru umumnya memamerkan foto upacara pernikahan dan resepsi. Itu pun dengan gaya fotografi yang terkesan monoton, kalau tidak portrait ya liputan. Lahirnya inovasi dalam dunia fotografi yang kaya akan ide membuat gaya foto pengantin tak lagi terkesan monoton. Bahkan gaya-gaya baru macam candid dan foto pre-wedding kini seolah menjadi tren bagi para pasangan baru.


"Ingin punya website reseller interaktif untuk bisnis anda? Kunjungi, http://fortunebisnis.com/?id=4hy4tl4d1b1.

Mampu merekam emosi

Kedua gaya foto, candid dan pre-wedding, memiliki kesamaan, yaitu merekam emosi kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang calon pengantin. Bedanya, foto pre-wedding di lakukan paling tidak satu setengah bulan sebelum hari H. Lokasinya pun biasanya outdoor, walaupun bisa juga dilakukan secara indoor bagi pasangan-pasangan yang sibuk.

Walaupun foto outdoor digemari karena bisa mengekspresikan kebahagiaan di tempat-tempat romantis atau kota kenangan, biaya yang dikeluarkan pun cenderung mahal karena membutuhkan transportasi dan akomodasi. Namun demikian, ada beberapa studio foto yang sanggup melakukan sesi pemotretan secara indoor namun tetap memberikan kesan outdoor. Tentunya komposisi, latar belakang, teknik fotografi serta kreativitas fotograferlah yang memegang peranan di sini.

Oleh karena itu, sebelum memilih fotografer pastikan Anda mendapatkan referensi yang positif dari rekan yang pernah menggunakan jasanya. Dan yang terpenting, pilih fotografer yang memiliki gaya yang sesuai dengan keinginan Anda dan pasangan, sehingga Anda pun merasa nyaman bersamanya. Ditambah kepiawaian sang fotografer dalam merekam momen romantis Anda berdua, terciptalah ekspresi kemesraan yang tak terlupakan sepanjang jaman. (AYA)


0 comments: